Peran Ayah dan Ibu dalam Pembentukan Karakter Anak

Oleh: administrator | 10/6/2017 2:29:41 AM

SHARE


Jika banyak orangtua berpikir bahwa pembentukan karakter anak dimulai saat mereka berada di bangku sekolah, itu salah besar. Pada dasarnya, karakter anak terbentuk dari pola asuh kedua orangtuanya, Bright Friends. Karena itulah, orangtua memiliki tanggung jawab besar terhadap pembentukan karakter anak sejak dini. Dalam hal ini diperlukan pembagian tugas yang jelas antara ayah dan ibu.

Peran Ayah

  1. Ayah wajib membangun kecerdasan emosional anak melalui perannya sebagai kepala keluarga. Seorang anak yang dibimbing oleh ayah yang peduli, perhatian, dan menjaga komunikasi dengan baik akan berkembang menjadi anak yang mandiri, kuat, dan mampu memiliki pengendalian emosi.
  2. Penelitian menunjukkan bahwa jika ayah menunjukkan kasih sayang, mendukung, dan terlibat langsung dalam kegiatan anaknya, ayah dapat berkontribusi besar terhadap perkembangan kognitif, bahasa, dan sosial anak, serta berkontribusi pada prestasi akademik, kepercayaan diri, dan jati dirinya.
  3. Mengajarkan tentang peran jenis kelamin kepada anak laki-laki, tentang bagaimana harus bertindak sebagai laki-laki dan apa yang diharapkan oleh lingkungan sosial dari seorang laki-laki.

 

Peran Ibu

  1. Menumbuhkan perasaan mencintai dan mengasihi pada anak melalui interaksi yang melibatkan sentuhan fisik dan kasih sayang.
  2. Seorang ibu harus menjaga keseimbangan antara memberi aturan ketat dan memanjakan anak. Ibu harus menanamkan rasa tanggung jawab. Ibu adalah pendidik pertama anak, tempat anak mendapat pelajaran pertama dalam hidup. Ibu juga yang membuat anak memahami banyak hal, dan yang membentuk karakter anak.
  3. Mengajarkan tentang peran jenis kelamin kepada anak perempuan, tentang bagaimana harus bertindak sebagai perempuan dan apa yang diharapkan oleh lingkungan sosial dari seorang perempuan.